Pembuatan Model Lapisan Batubara Di Blok Selatan Lapangan “Ej-Bp”, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan Untuk Perhitungan Sumberdaya Batubara

  • Dian Agus Widiarso Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang
  • Muhammad Jodi Fasciano Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang
  • Wahju Krisna Hidajat Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Semarang
  • Arie Noor Rakhman Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, IST AKPRIND Yogyakarta
Keywords: batubara, sumberdaya, pemodelan

Abstract

Tahapan penting dalam suatu proses eksplorasi rinci pada tambang batubara adalah perhitungan sumberdaya. Hal tersebut merupakan tahapan awal yang nantinya akan digunakan sebagai kajian dalam tahapan selanjutnya (eksploitasi).  Berdasarkan data geologi regional daerah Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, termasuk ke dalam 2 jenis formasi batuan, yaitu Formasi Muara Enim dan Formasi Kasai yang berumur Miosen akhir sampai Plistosen Tengah. Perhitungan sumberdaya batubara perlu dilakukan pada blok selatan yang belum dilakukan eksploitasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi, pemodelan geometri batubara serta potensi sumberdaya batubara pada lokasi penelitian. Penelitian dilakukan dengan melakukan pemetaan geologi dan pengamatan karakteristik batubara dilapangan. Metode selanjutnya dengan permodelan menggunakan komputasi perangkat lunak berupa Minescape 4.118. Tujuan menggunakan aplikasi untuk mendapatkan pemodelan lapisan batubara dan perhitungan volume sumberdaya batubara dengan jarak titik informasi yang moderat dengan radius sumberdaya terukur 250 m, sumberdaya tertunjuk 500 m dan sumberdaya tereka 750 m. Berdasarkan dari hasil analisis data yang telah dilakukan, pemodelan geometri dan perhitungan sumberdaya dilakukan pada lapisan batubara C dan lapisan batubara E. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa kedudukan lapisan batubara pada daerah penelitian mempunyai kemiringan yang landai 20o-24o namun terkontrol oleh struktur sehingga masuk dalam kategori kondisi geologi moderat. Berdasarkan data lapangan terdapat 3 satuan litologi dengan urutan dari tertua sampai yang termuda, yaitu satuan batulempung, batupasir, dan batulempung tufaan dengan sisipan batubara. Daerah penelitian merupakan sayap kanan dari lipatan antiklin. Hasil perhitungan sumberdaya batubara untuk kategori moderat diperoleh total nilai sumberdaya dari lapisan batubara C dan lapisan batubara E terukur 4.479.000 Ton dan terindikasi 171.700 Ton.

References

Anonimous, 1998, Pedoman Pelaporan Sumberdaya dan Cadangan batubara, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Standar Nasional Indonesia Amandemen 1-SNI 5015-2011.
Adiwidjaja, P. dan De Coster, G. L., 1973, Pre-Tertiary Paleotopography and Related Sedimentationin South Sumatera, Proceeding Indonesian Petroleum Association 2nd Annual Convention, p.89-103.
Bemmelen, Van, R.W., 1949, The Geology of Indonesia, Martinus Nijhoff, The Haque, Nederland.
De Coster, G. L., 1974, The Geology of The Central & South Sumatra Basins, Proceedings of the 3rd Annual convention of IPA, Jakarta.
Fajar, D. S., 2008, Evaluasi Sumber Daya Batubara Banko Tengah, Blok Niru, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Program Studi Teknik Geologi ITB, Bandung.
Heidrick, T.L., Aulia, K., 1993, A structural and Tectonic Model of The Coastal Plain Block, Central Sumatera Basin Indonesia, Proceeding Indonesian Petroleum Assosiation 22th Annual Convention, Jakarta, Vol. 1, p. 285-316.
Horne, J.C., 1978, Depositional Models in Coal Exploration and Mine Planning inAppalachian Region, AAPG Convention SEPM Houston, Texas.
Kementerian ESDM, 2011, Peta Lokasi Penyebaran Sumberdaya dan Cadangan Batubara Status Desember (2011), Badan Geologi, Indonesia.
Kuncoro, P., 2000, Geometri Batubara, UPN Veteran, Yogyakarta.
Marks, P., 1956, Stratigraphic Lexicon of Indonesia. Publikasi Keilmuan No.31, Djawatan Geologi, Bandung.
Merrit, R. D., 1986, Coal Exploration Mine Planning and Development, Noyes Publication, New Jersey.
Musper, K. A. F. R., 1937, Geological Map of Sumatera, scale 1:200.000, Explanatory Notes to Sheet 16 (Lahat), Mining Bureau of the Netherlands East Indies.
Pulunggono, A.,1986, Tertiary Structural Features Related to Extensional and Compressive Tectonic in the Palembang Basin, South Sumatra, Proceeding Indonesian Petroleum Assosiation 15th Annual Convention & Exhibition.
Sukandarrumidi, 1995, Batubara dan Gambut, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Spruyt, J. N., 1956, Subdivisions and nomenclature of the Tertiary sediments of the Djambi-Palembang area, Pertamina Internal Report.
Tobler, W., 1906, Zoological Record Volume 43, Zoological Society of London.
USGS, 1983, Coal Resource Classification System of The US, Berau of Mines an U.S. Geology Survey, USGS.
Published
2020-04-30