Pengaruh Topografi Terhadap Sumber Air Dalam Upaya Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan Jati Pandean Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur

  • Muhammad Faqih Syarif Husen Teknik Geologi-FTM, Institut Sains & Teknologi AKPRIND
  • Dwi Indah Purnamawati Teknik Geologi - FTM, Institut Sains & Teknologi AKPRIND
  • Miftahussalam - Teknik Geologi - FTM, Institut Sains & Teknologi AKPRIND
Keywords: topografi, bendung, DAS, lithologi, tangkapan air hujan

Abstract

Daerah penelitian memiliki topografi perbukitan bergelombang sedang dengan kemiringan 2°-55° dengan elevasi hingga 170 mdpl. Terdapat 2 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi daerah tangkapan hujan yaitu DAS 1 yang terdiri dari 4 sub-DAS dan DAS 2 yang terdiri dari 5 sub-DAS. Penggunaan lahan sebagian besar hutan jati, ladang, sawah tadah hujan, dan pemukiman. Terdapat 2 lokasi usulan sarana Bendung pada daerah penelitian. Lokasi usulan Bendung 1 terletak pada Kali Pandean (07°17’26”LS - 111°11’45” BT) dusun Singkil Desa Pandean, pola pengaliran sungai sub-dendritik, lembah sungai berbentuk “V” dan sempit, kemiringan lereng 2°-35°, titik tertinggi sungai 158 mdpl, titik terendah 100 mdpl dan beda tinggi dari hulu ke hilir 58 m. Usulan Bendung 1 terletak pada DAS 2 yang meliputi sub-DAS II (254,93 ha), dan sub-DAS III (347,36  ha), dengan total luas daerah tangkapan air hujan 602,36 ha, debit air larian puncak pada periode 5 tahun curah hujan sebesar 39,92 , lithologi tersusun atas napal perselingan batupasir karbonatan Kerek. Lokasi usulan Bendung 2 pada Sungai Sumurgung (07°19’12”LS - 111°11’51” BT) Desa Pandean, pola pengaliran sungai sub-dendritik, lembah sungai berbentuk “V” dan sempit, kemiringan lereng 8°-35°, titik tertinggi sungai 158 mdpl, titik terendah 68 mdpl dan beda tinggi 91 m. Lokasi ini terletak pada DAS 2 yang meliputi sub-DAS I (225,65 ha), sub-DAS II (254,93 ha), sub-DAS III (347,43 ha), sub-DAS IV (191,14 ha), dan sub-DAS V (214,55 ha), dengan total luas tangkapan air hujan 1233,70 ha dengan debit air larian puncak periode 5 tahun sebesar 61,87 , lithologi tersusun atas napal Kalibeng.

References

Anonim, 2001. Peta Rupa Bumi Digital Indonesia Lembar Mantingan (1508-414) skala 1 : 25000, Bakosurtanal.
Anonim, 2008, Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2008. BAB I Ketentuan Umum Mitigasi Bencana, Jakarta.
Asdak, C., 2014, Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta
Datun, M., Hermanto, B., Sukandarrumidi, & Suwarna, N., 1996. Peta Geologi lembar Ngawi, Jawa, skala 1:100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung, Indonesia
Haris, A. M, Kumalawati, R, Arisanty, D., 2017. Identifikasi Faktor-Faktor Kerentanan Terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Cintapuri Darussalam Kabupaten Banjar, Jurnal Pendidikan Geografi Volume 4 no 4 Juli 2017 Hal-23-3, Pendidikan Geografi Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.
Howard, A.D. 1967. Drainage Analysis in Geologic Interpretation, AAPG Bulletin, vol.51
Indarto, 2016, Hidrologi: Metode Analisis dan Tool Untuk Interpretasi Hidrograf Aliran Sungai, Bumi Aksara Group, Jakarta
Suharyadi, Muchin, M., Ryacudu, R., Kunto, T., Astono, P., Prasetya, I., Sapiie, B., Asikin, S., Harsolumakso, A. H., Yulianto, I., 1984, Geohidrologi: Ilmu Airtanah, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Sukandarrumidi, 2010. Bencana Alam dan Bencana Antropogene. Kanisius, Yogyakarta
Tood, D. K, 1980, Groundwaer Hydrology, John Willey & Sons., Inc.
Published
2020-04-30