PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DAN EFISIENSI TERHADAP LABA USAHA DAN PRODUKTIVITAS MODAL AGROINDUSTRI DI KOTA KENDARI MENGGUNAKAN ANALISIS JALUR

  • Anindita Anindita Jurusan Statistika Fakultas Sains Terapan Jurusan Statistika Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Noeryanti Noeryanti Jurusan Statistika Fakultas Sains Terapan Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Keywords: Produktivitas, Efisiensi, Laba, Analisis Jalur

Abstract

Produktivitas merupakan ukuran yang dapat menjelaskan efisiensi penggunaan faktor–faktor produksi (input) dalam menghasilkan sejumlah output perekonomian selama satu periode tertentu,. Produktivitas industri diukur dari rasio antara nilai produksi industri dengan jumlah tenaga kerja dan jumlah modal di sektor industri, Efisiensi diukur antara total biaya input dengan nilai produksi, sedangkan laba diukur dengan selisih antara nilai produksi dengan biaya input. Produktivitas sektor industri merupakan salah satu sektor ekonomi yang menjadi prioritas pemerintah Kota Kendari, dengan pertimbangan bahwa dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap penciptaan pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan, serta mengatasi masalah pengangguran.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan produktivitas tenaga kerja, efisiensi ekonomis, laba usaha dan produktivitas modal agroindustri, serta pengaruh produktivitas tenaga kerja dan efisiensi terhadap laba usaha dan produktivitas modal agroindustri besar, sedang dan kecil di Kota Kendari Tahun 1998-2018, dianalisis dengan analisis jalur

Hasil analisis membuktikan bahwa kontribusi laba usaha pada produktivitas tenaga kerja dan efisiensi terhadap produktivitas modal berpengaruh signifikan. Dari pengaruh total, bahwa Efisiensi lebih besar mempengaruhi produktivitas modal sebesar 1,717, pada nilai pertumbuhan rata-rata dan grafik efisiensi bahwa nilai efisiensi tumbuh(meningkat) tetapi  pengaruhnya terhadap laba usaha menurun, dan laba usaha terhadap produktivitas modal mengalami penurunan. Produktivitas tenaga kerja terhadap produktivitas modal sebesar -0,255, dimana seharusnya peningkatan tenaga kerja dapat menaikkan nilai produktivitas modal, tetapi menurunkan nilai produktivitas modal. Hal ini akibat dari nilai laba usaha menurun, sehingga mengakibatkan penurunan nilai produktivitas modal.

Published
2020-07-16