Studi Fasies Gunung Api Purba Gunung Ireng, Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul - DIY

  • Sri Mulyaningsih Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, IST AKPRIND Yogyakarta
  • Simon Blessia Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, IST AKPRIND Yogyakarta
  • Suhartono - Teknik Industri, FT, UWMY
  • Dina Tania Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, IST AKPRIND Yogyakarta
  • Nur Widi Astanto Agus Tri Heriyadi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, IST AKPRIND Yogyakarta
Keywords: fasies, gunung api, purba, geomorfologi, stratigrafi

Abstract

Indonesia adalah bagian dari cincin api dunia, yang hal itu telah berlangsung sejak umur Tersier. Salah satu gunung api yang dibentuk oleh cincin api itu berada di sepanjang Pegunungan Selatan Jawa Tengah – Yogyakarta yang ditunjukkan dengan melimpahnya batuan gunung api menyusun Formasi Kebobutak, Semilir dan Nglanggeran. Di daerah Gunung Ireng Desa Pengkok (Kecamatan Patuk-Kabupaten Gunungkidul) tersingkap dengan baik batuan-batuan gunung api tersebut. Penelitian geologi gunung api telah dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi fasies gunung api yang membentuk Gunung Ireng. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis stratigrafi batuan gunung api dan geomorfologi detail. Hasil penelitian telah berhasil mengetahui komposisi litologi yang menyusunnya, yaitu retas andesit, lava berstruktur meniang berkomposisi andesit, aglomerat dan breksi andesit. Secara stratigrafi, batuan-batuan itu memiliki hubungan antara yang satu dengan yang lain saling menjari, bahkan intrusi retas pun nampak sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan lava, aglomerat dan blocky-breccia. Analisis stratigrafi dan geomorfologi berhasil mengidentifikasi Gunung Ireng adalah bagian dari fasies pusat, yang di dalamnya terdapat bagian tubuh pipa kepundan bagian atas, kubah lava, dan intrusi retas.

References

Bogie, I., Mackenzie., KM, 1998, The Application of a Volcanic Facies Model to an Andesitic Stratovolcano Hosted Geothermal, System at Wayang Windu, Java, Indonesia. In Proceeding 20th NZ Geothermal Workshop (pp. 265-270).
Budayana, I.G.N.M, 2017, Geologi dan Identifikasi Fasies Gunung Api Berdasarkan Stratigrafi Batuan di Daerah Mangunan dan Sekitarnya, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Laporan Sripsi Tipe-1, 2017; tidak dipublikasikan.
Garcia, M.O., 1978. Criteria for the identification of ancient volcanic arcs. Earth-Science Reviews, 14(2), pp.147-165.
Martodjojo, S., dan Djuhaeni, 1996. Sandi Stratigrafi Indonesia. Indonesian Passage Stratigraphy Commission IAGI, Jakarta 25h.
Mulyaningsih, S., 2015. Vulkanologi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Schieferdecker, A.A.G., 1959. Geological Nomenclature. Edited by AAG Schieferdecker.[Dutch, French and German with Equivalents of the English Terms.]. J. Noorduin & Zoon.
Smith, G.A., 1991. Facies sequences and geometries in continental volcaniclastic sediments.
Surono, B.T. and Sudirno, I., 1992. Peta Geologi Lembar Surakarta-Giritontro. Jawa.(1408-3), Skala1, 100.
Williams, H. and McBirney, A.R., 1979. Vulcanology (No. 551.21 W5).
Published
2019-04-30