ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PLASTIK DENGAN METODE STATISTIC PROCESS CONTROL (SPC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA PT KUSUMA MULIA PLASINDO INFITEX

  • Virginia Putri Insani Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Joko Susetyo Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Muhammad Yusuf Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Keywords: pengendalian kualitas, cacat produk, Statistical Process Control (SPC), Failure Mode And Effects Analysis (FMEA)

Abstract

PT Kusuma Mulia Plasindo Infitex adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang tekstil dan produksi plastik. Jenis plastik yang diproduksi ada dua jenis yaitu plastik jenis Polypropylene (PP) dan Hard Density (HD). Untuk menjaga kepercayaan konsumen perusahaan berusahan menghasilkan produk yang memiliki kualitas yang baik. Perusahaan selalu berupaya agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat menekan jumlah cacat pada produk dengan mentapkan toleransi cacat sebesar 2,5% dari jumlah produksi. Namun perusahaan masih menghasilkan cacat pada produk yang melebihi batas toleransi mencapai 3,48%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas plastik jenis PP menggunakan metode SPC. Metode FMEA digunakan untuk mengidentifikasi jenis dan faktor penyebab terjadinya cacat pada produk yang kemudian akan dilakukan tindakan perbaikan yang paling prioritas berdasarkan nilai RPN terbsesar. Hasil pengolahan dengan metode SPC menunjukkan pengendalian kualitas plastik jenis PP belum terkendali atau masih mengalami penyimpangan, dimana masih berada diluar batas kendali. Terdapat 6 jenis cacat pada plastik PP yaitu, getas, bergaris, tebal/tipis, buram, lengket dan tepi melinting. Jumlah terbanyak pada getas (4.952,55 kg) dan jumlah paling sedikit pada lengket (1.037,02 kg). Dengan menggunakan metode FMEA diketahui faktor penyebab cacat disebabkan oleh faktor manusia/pekerja, mesin produksi, metode kerja dan material/bahan baku. Berdasarkan nilai RPN jenis cacat yang priortitas dilakukan perbaikan adalah getas dengan nilai 245, tebal/tipis 168, dan bergaris 105, sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan pencegahan serta perbaikan yang telah diusulkan untuk meminimalisir tingkat kecacatan dan dapat meningkatkan kualitas produk.

Published
2020-05-29
Section
Articles