POTENSI PLASTIK MIKRO SEBAGAI PARAMETER UJI PENCEMAR DALAM PENGEMBANGAN SNI PRODUK PERIKANAN: SEBUAH KAJIAN PUSTAKA SISTEMATIS

Authors

  • Oman Zuas Pusat Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Standardisasi Nasional (BSN)
  • Christine Elishian Pusat Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Standardisasi Nasional (BSN)
  • Harry Budiman Pusat Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Standardisasi Nasional (BSN)
  • Nur Tjahyo Eka Darmayanti Pusat Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Standardisasi Nasional (BSN)
  • Ayu Hindayani Pusat Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Standardisasi Nasional (BSN)
  • Umi Karomah Yaumidin Pusat Penelitian Ekonomi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Keywords:

Kesehatan manusia, plastik mikro, produk perikanan, SNI, standardisasi

Abstract

INTISARI

Plastik mikro (disingkat PM) telah teridentifikasi di beberapa spesies perairan seperti ikan, kerang, remis, udang, kepiting dan lobster. Pada spesies ikan, keberadaan PM teridentifikasi di saluran pencernaan yang biasanya tidak terkonsumsi oleh manusia, menyiratkan bahwa PM mungkin bukan ancaman potensial bagi manusia. Sedangkan spesies lain seperti tiram, remis, dan kerang hijau dapat menjadi sumber paparan PM bagi manusia saat mengonsumsi makanan laut tersebut. Meski keberadaan PM pada spesies makanan laut sudah terbukti, namun kemungkinan terjadinya paparan ke manusia relatif kecil. Data toksisitas dan toksikokinetik untuk PM yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat risiko paparan PM pada manusia juga belum memadai. Sampai saat ini belum ada regulasi atau standardisasi untuk mengontrol keberadaan PM dalam produk perikanan yang diberlakukan oleh negara manapun termasuk Indonesia. Dengan alasan tersebut, usulan untuk menjadikan PM sebagai salah satu parameter uji SNI belum dapat direkomendasikan dalam situasi saat ini. Namun demikian kegiatan seperti pengkajian data dan informasi yang komprehensif terkait PM dalam pangan dan kajian tingkat risiko paparan PM ke manusia melalui produk perikanan sangat diperlukan untuk dilakukan lebih lanjut.

 

Downloads

Published

2021-03-20

Issue

Section

Articles