SISTEM PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN PADA DESAIN GEDUNG TERMINAL BUS BIMOKU

Authors

  • Ne’imah Baidani Universitas Widya Dharma Klaten
  • Hari Dwi Wahyudi Universitas Widya Dharma Klaten

Keywords:

pencahayaan, penghawaan, terminal bus, vernakular

Abstract

Kota Kupang merupakan Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selain sebagai Ibukota Provinsi yang merupakan pusat kegiatan administrasi birokrasi, dalam hal perekonomian Kota Kupang juga merupakan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Secara administratif dan geografis, Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah Republik Indonesia (RI) yang berbatasan darat secara langsung dengan wilayah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Wilayah Kota Kupang mempunyai nilai curah hujan yang relatif rendah dan tidak merata. Kondisi iklim, cuaca, curah hujan rendah, dan posisi yang berada di kawasan pesisir menjadikan Kota Kupang mempunyai suhu udara rerata yang cukup panas, yaitu dalam kisaran antara 20oC – 24oC. Kelembaban udara Kota Kupang juga dipengaruhi oleh suhu udara dan letak georafis wilayahnya, kelembaban tertinggi sebesar 88% terjadi pada sekitar bulan Januari s.d Maret, sedangkan kelembaban terendah sebesar 60% terjadi bulan Agustus s.d Nopember. Tujuan utama penelitian ini adalah mendesain konsep sistem pencahayaan dan penghawaan alami pada desain bangunan Gedung Terminal Bus Bimoku, dengan mengacu pada fungsi bangunan sebagai Terminal ALBN yang harus mempunyai karakter budaya lokal dan nasional. Selain hal tersebut, dalam merancang konsep sistem pencahayaan dan penghawaan tersebut harus mengikuti konsep arsitektur vernakular modern yang juga selaras dengan kaidah arsitektur hijau yang berkelanjutan. Sistem penghawaan yang dirancang untuk bangunan Gedung Terminal Bus Bimoku menerapkan konsep penghawaan alami dengan memanfaatkan kecenderungan relatif arah angin yang berhembus dari Utara ke selatan. Pemilihan konsep ini juga dipengaruhi oleh bentuk atap tinggi yang merupakan implementasi dari ciri budaya lokal. Konsep pencahayaan pada desain bangunan Gedung Terminal Bus Bimoku juga dirancang dengan menyesuaikan kondisi ekologi, iklim, dan geologi kebumian lokasi tapak berada, yaitu dengan menggunakan konsep model skylight. Pemilihan material kaca sebagai material penutup atap bertujuan untuk memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari dan cahaya bulan atau bintang pada malam hari sebagai sumber pencahayaan dalam ruangan.

Downloads

Published

2021-03-20

Issue

Section

Articles