PEMILIHAN ALTERNATIF PENINGKATAN PERFORMANSI PRODUKSI BERDASAR LEAN SIX-SIGMA INITIATIVE

Authors

  • Hari Supriyanto Department of Industrial and System Engineering, Faculty of Industrial Technology, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
  • Putu Dana Karningsih Department of Industrial and System Engineering, Faculty of Industrial Technology, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
  • M. Ferdian Rahma Supriyanto 3Department of Industrial and System Engineering, Faculty of Industrial Technology, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia

Keywords:

aktifitas, Lean, losses, RCA, six sigma

Abstract

Akhir-akhir ini, persaingan pasar semakin ketat, yang membutuhkan kualitas produk yang semakin baik. Kondisi ini akan semakin sulit bila  dihubungkan dengan permintaan produk yang semakin tinggi. Pengolahan sumber daya yang semakin efisiensi dan effektif, perlu terus menerus dikerjakan. Bila proses produksi berhenti akan menyebabkan kerugian finansial yang tidak sedikit. Terdapat aktifitas yang bersifat non value added, dan aktifitas tersebut menyebabkan timbulnya losses. Lean six sigma (LSS) adalah cara untuk menelusuri penyebab terjadinya waste atau losses. Beberapa tools yang dipakai untuk mengidentifikasi permasalahan adalah E-DOWNTIME waste, RCA (root cause Analisys) dan FMEA (Failure modes and effect analysis). Dri penelusuran aktifitas, diperoleh tiga waste kritis yaitu waiting, defect dan excess processing waste. Nilai sigma awal pada defect waste yaitu sebesar 3,10; nilai sigma ini merupakan permasalahan. Rekomendasi perbaikan adalah pembuatan dan pengawasan SOP, dan pengadaan pelatihan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja. Dengan penerapan LSS, terjadi kenaikan nilai sigma sampai 3.25 dan terjadi pengurangan biaya sampai 20%. 

 

Downloads

Published

2021-03-20

Issue

Section

Articles