ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA KANTOR UNTUK MEREDUKSI PAPARAN BISING DENGAN PENDEKATAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

  • Joko Susetyo Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Titin Isna Oesman Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Eko Setia S Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Keywords: AAD, ARC, ARD, ATBD, Workshhet.

Abstract

  1. Kalor Makmur adalah Industri yang memproduksi berbagai keperluan pabrik yang proses produksinya menggunakan berbagai alat bantu kerja antara lain: mesin genset, mesin bubut, mesin gerinda, mesin las, mesin gerinda cutting, mesin bor, dan alat pembuat heating yang menyala selama produksi berlangsung sehingga menimbulkan kebisingan. Posisi kantor yang bersebelahan dengan lokasi produksi menjadi faktor utama kebisingan. Dari hasil studi pendahuluan diperoleh nilai kebisingan sebelum re-layout 89,61 dBA di ruang kantor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan saat bekerja. Pada penelitian ini diidentifikasi paparan bising didalam kantor melebihi nilai ambang batas (NAB) dari yang ditentukan pemerintah. Kemudian kebisingan direduksi menggunakan Perancangan Tata Letak Fasilitas dengan urutan Activity relationship chart (ARC), Worksheet, Activity Template Block Diagram (ATBD), Activity Relationship Diagram (ARD), Area Allocation Diagram (AAD). Berdasarkan hasil analisis diperoleh Layout baru kemudian dihitung rata-rata tingkat kebisingan di dalam kantor menggunakan SPSS16 One Sampet T Test dan membandingkan menggunakan Paired Sampel T Test. Dari layout baru dihitug rata-rata kebisingan 75,70 dBA hal ini menunjukkan terjadi menurun tingkat kebisingan dibandingkan dengan Layout sebelumnya.

 

Published
2019-06-19
Section
Articles