THE POTENTIAL OF IRON SAND FROM THE COAST SOUTH OF BANTUL YOGYAKARTA AS RAW CERAMIC MAGNET MATERIALS

  • Toto Rusianto postgraduate student of Department of Mechanical Engineering, Gadjah Mada University Yogyakarta
  • M. Waziz Wildan Department of Mechanical Engineering, Gadjah Mada University Yogyakarta
  • Kamsul Abraha Department of Physics, Gadjah Mada University Yogyakarta
  • Kusmono Kusmono Department of Mechanical Engineering, Gadjah Mada University Yogyakarta
Keywords: magnet, magnetite, magnetisasi saturasi, suseptibilitas, pasir besi

Abstract

Magnet merupakan bahan teknik yang kebutuhannya meningkat seiring dengan meningkatnya perkembangan industri elektronika di Indonesia, akan tetapi kebutuhan magnet di Indonesia masih diimpor dari luar negeri. Sementara bahan baku magnet berupa besi oksida tersedia cukup banyak di Indonesia, salah satunya pasir besi di pantai Selatan Yogyakarta. Pasir besi mengandung sifat magnetik karena adanya mineral magnetite (Fe3O4) berwarna hitam, maghemite  ( -Fe2O3), Rutil (FeTiO3), yang besifat magnetik. Mineral magnetit dapat dikembangkan menjadi bahan magnet contohnya untuk pita magnetik, magnet speaker, magnet motor listrik dan lain-lain. Pasir besi di pantai selatan Bantul Yogyakarta berwarna abu-abu kehitaman menunjukan adanya kandungan material magnetik dalam jumlah besar. Hasil pengujian dengan menggunakan magnet, rata-rata 66.32% berat menempel pada magnet, dari hasil tersebut dilakukan pemisahan dengan metode sieving persentase jumlah terbesar sebanyak 32% pada ukuran bukaan <+212 m. Pengujian dilakukan pada pasir yang menempel pada magnet dan hasil sieving pada jumlah terbesar. Hasil karakteristik material magnetik menggunakan Vibrating Sample Magnetometer (VSM), menunjukan saturation magnetisation (Ms) adalah 13,18 emu/gr dan 36,49 emu/gr, magnetik remanen (Mr) 4,15 emu/gr dan 7,95 emu/gr, koersivitas (Hc) 230 Oe dan 186 Oe, suseptibilitas massa ( ).1,45 ×10-4 m3/kg dan 4,31 ×10-4 m3/kg. Hasil uji XRD menunjukan dominasi magnetite dan maghemite pada pasir besi. Berdasarkan kajian tersebut, bahwa pasir pantai Selatan Bantul Yogyakarta merupakan material magnetik. Material mangetik yang terkandung pada pasir pantai memiliki potensi sebagai bahan keramik magnet (MO.xFe2O3).

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Drbohlavova, Jana., Radim Hrdy 1, Vojtech Adam , Rene Kizek , Oldrich Schneeweiss and Jaromir Hubalek., 2009, “Preparation and Properties of Various Magnetic Nanoparticles”, Article “Sensor” vol. 9, p.2352-2362 ISSN 1424-8220. www.mdpi.com/journal/sensors
Faraji, M., Y. Yamini and M. Rezaee., 2010., “Magnetic Nanoparticles: Synthesis, Stabilization, Functionalization, Characterization, andApplications”, ”Journal Iran. Chem. Soc”., Vol. 7, No. 1, March 2010, pp. 1-37. Department of Chemistry, Tarbiat Modares University Iran.
Gignoux, Damien,. Michel Schlenker, 2005., “Magnetism Fundamentals” Edited By Etienne Du Tremolet De Lacheisserie Ebook ISBN: 0-387-23062-9 Print ISBN: 0-387-22967-1 ©2005 Springer Science + Business Media, Inc. Boston
Katim, Indarto., 1994., “Pemanfaatan pasir besi Titan untuk pembuatan besi cor titan oksida dan logm Titan”. Laporan penelltian Pusat Penelitian dan Pengembangan metalurgi LIPIJakarta.
Mazaleyrat, F. A. Pasko, A. Bartok, and M. LoBue, 2011., “Giant coercivity of dense nanostructured spark plasma sintered barium Hexaferrite “, "Journal of Applied Physics” 109 (2011) 07A708" DOI : 10.1063/1.3556918
Mufit, Fatni., Fadhillah, Harman Amir dan Satria Bijaksana, 2006., “Kajian Tentang Sifat Magnetik Pasir Besi dari Pantai Sunur Pariaman Sumatra Barat” Jurnal Goefisika.
Nave, R., 2012, “Electricity and Magnetism” http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu /hbase/solids/magperm.html#c1.
Pramono, Andika W. 2009 “Pengembangan Bahan Magnet Fe-Nd-B dengan Teknik Reduksi Difusi” P2M – LIPI
Putra, Hendra; Iman Satyarno dan Agus Budhie Wijatna, 2008. “Penggunaan Pasir Besi Dari Kulon Progo Dengan Berat Jenis 4,311 Untuk Mortar Perisai Radiasi Sinar Gamma”, “Forum Teknik Sipil”,No. XVIII/3-September 2008, hal. 909-920.
Ridwan. Mujamilah and A. Johan, 2009., “ The Semi-Quantitative Study OfMagnetization Process On Milling AndReannealing Of Barium Hexaferrite(BaO.6Fe2O3) “J. Atom Indonesia“ Vol. 35 No. 2 (2009) 105 – 113.
Strnat, Karl J., Professor Emeritus, 1990,Modern Permanent Magnets for Applications in Electro-Technology Proceedings of the IEEE, Volume 78, Number 6, June 1990, pp. 923, doi:10.1109/5.56908 University of Dayton, Ohio
Syaifullah,Muh, 2007,” Warga Kulonprogo Tolak Penambangan Pasir Besi”Artikel, http://www.tempointeractive.com/hg/nusa/jawamadura/2007/ 12/10/brk,20071210-113243,id.html
Tekmira, 2011, “Potensi pasir besi” © 2003-2010 “Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara”, Badan litbang ESDMkementrian ESDN http://www.tekmira.esdm.go.id/
Yulianto, A., S. Bijaksana dan W. Loeksmanto, 2003., “Comparative Study on Magnetic Characterization of Iron Sand from Several Locations in Central Java” “Indonesian Journal of Physics” Kontribusi Fisika Indonesia Vol. 14 No.2, April 2003
Yulianto, A., S. Bijaksana dan W. Loeksmanto,. 2002, “Karakterisasi Magnetik dari Pasir Besi Cilacap”, “Jurnal Fisika HFI Suplemen Prosiding”A5.
Yunianto, Bambang. 2009, “Kajian Permasalahan Lingkungan Dan Sosial Ekonomi Rencana Penambangan Dan Pengolahan Pasir Besi Di Pantai Selatan KulonProgo, Yogyakarta”. “Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara”, Volume 5, Nomor 13, Januari 2009. Puslitbang Teknologi Mineral Dan Batubara.
Published
2012-06-29
How to Cite
Rusianto, T., Wildan, M. W., Abraha, K., & Kusmono, K. (2012). THE POTENTIAL OF IRON SAND FROM THE COAST SOUTH OF BANTUL YOGYAKARTA AS RAW CERAMIC MAGNET MATERIALS. Jurnal Teknologi, 5(1), 62-69. Retrieved from https://ejournal.akprind.ac.id/index.php/jurtek/article/view/962