APLIKASI GOAL CHASING SEBAGAI METODE PERBAIKAN PENJADUALAN PRODUK UNTUK MENENTUKAN JUMLAH PRODUK DAN MENGURANGI PEMBOROSAN WAKTU PROSES

  • Joko Susetyo Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Keywords: Goal Chashing, Penjadualan, Pemborosan

Abstract

Proses perakitan merupakan salah satu kegiatan yang ada pada perusahaan dimana dalam proses perakitan ini sering kali terjadi penumpukan komponen yang akan menghambat kegiatan proses produksi, selain itu juga akan terjadi pemborosan akibat banyaknya komponen yang menunggu untuk dirakit. Untuk menghindari hal tersebut diperlukan penjadualan produksi untuk mengurutkan produk mana yang akan dirakit terlebih dahulu dan berapa jumlah kebutuhan komponennya.

Untuk membuat jadual urut dan menentukan kebutuhan komponen dengan metode goal chasing dilakukan dengan : pertama menentukan jumlah produk, kedua menentukan waktu siklus dan rata-rata waktu siklus, ketiga penyusunan jadual urut dengan menentukan jarak minimum, keempat menentukan deviasi sediaan. Untuk mengurangi pemborosan dilakuakan dengan perbaikan metode kerja.

Metode goal chasing menghasilkan jadual urutan produk yang lebih baik karena didapat perbandingan deviasi sediaan  sebelum perbaikan dengan setelah perbaikan adalah 270,654 : 24,811 ini berarti hasil perhitungan menggunakan metode goal chasing lebih baik karena deviasi sediaannya lebih kecil. Dengan menekan pemborosan waktu maka akan meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan yaitu : Pada produk Mistra Chair terjadi pemborosan dalam 11 hari sebesar 58,153 menit/unit dan setelah adanya pengurangan pemborosan maka perusahan dapat memproduksi dalam waktu 11 hari dari 14 unit menjadi 16 unit. Pada produk Patio terjadi pemborosan dalam 8 hari sebesar 40,77 menit/unit dan setelah adanya pengurangan pemborosan maka perusahan dapat memproduksi dalam waktu 8 hari dari 10 unit menjadi 11 unit. Pada produk Laigh Chair terjadi pemborosan dalam 9 hari sebesar 46,485 menit/unit dan setelah adanya pengurangan pemborosan maka perusahan dapat memproduksi dalam waktu 9 hari dari 10 unit menjadi 11 unit. Pada produk Sartika terjadi pemborosan dalam 8 hari sebesar 42,27 menit dan setelah adanya pengurangan pemborosan maka perusahan dapat memproduksi dalam waktu 8 hari dari 8 unit menjadi 9 unit.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Gasperz, V., 2001, Production Planning And Inventory Control Berdasarkan Pendekatan System Terintegrasi MRP II & JIT Menuju Manufacturing 21, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Imai, M., 1997, Gemba Kaizen, McGrow-Hill.
Monden, Y., 1993, Alih Bahasa Edi Nugroho, 2000, Sistem Produksi Toyota, Edisi I, PPM, Jakarta.
Monden, Y., 1993, Alih Bahasa Edi Nugroho, 2000, Sistem Produksi Toyota, Edisi II, PPM, Jakarta.
Nasution, A.H., 1999, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Guna Widya, Suabaya.
Vinle, J.D., 1995, Alih Bahasa, Syarifudin, Dasar-dasar manufaktur Konsep Fundamental Pembuat Keputusan, Cetakan II, PPM, Jakarta.
Widiyono, 2000, Analisis Penjadualan Urut Guna Mencapai Produksi Just In Time (JIT), Skripsi Teknik Industri, IST AKPRIND, Yogyakarta.
Yamit, Z., 1999, Manajemen Persediaan, Ekonomisia, Yogyakarta.
Published
2009-06-30
How to Cite
Susetyo, J. (2009). APLIKASI GOAL CHASING SEBAGAI METODE PERBAIKAN PENJADUALAN PRODUK UNTUK MENENTUKAN JUMLAH PRODUK DAN MENGURANGI PEMBOROSAN WAKTU PROSES. Jurnal Teknologi, 2(1), 61-69. Retrieved from https://ejournal.akprind.ac.id/index.php/jurtek/article/view/812