Penerapan Metode Storet Dan Indeks Diversitas Fitoplankton Dari Shannon-Wiener Sebagai Indikator Kualitas Perairan Situ Rawa Kalong Depok, Jawa Barat

Authors

  • Gannes Citraning Sidomukti Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok, 16424, Indonesia
  • Wisnu Wardhana Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok, 16424, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.3415/jurtek.v14i1.3543

Keywords:

Fitoplankton, Indeks Diversitas Shannon-Wiener, Metode Storet, Situ Rawa Kalong

Abstract

Situ Rawa Kalong dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk budidaya ikan, kegiatan memancing dan tempat rekreasi. Situ tersebut dikelilingi oleh empat buah pabrik (kap lampu, minuman kemasan, kosmetik, plastik) dan pemukiman penduduk sehingga rentan terkena cemaran organik dan anorganik yang berdampak pada organisme perairan, khususnya fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas fitoplankton serta mengetahui status mutu dan kualitas perairan di Situ Rawa Kalong melalui metode Storet dan perhitungan indeks diversitas fitoplankton dari Shannon-Wiener. Pengamatan dilakukan pada bulan Oktober 2020. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan secara horizontal. Fitoplankton yang ditemukan selama pengamatan yakni divisi dari Bacillariophyta, Chlorophyta, Cyanophyta dan Euglenophyta. Berdasarkan hasil metode Storet, perairan Situ Rawa Kalong memiliki status mutu air kelas D dengan skor (-46) – (-48). Nilai tersebut tergolong buruk dan menunjukkan bahwa kualitas perairan di Situ Rawa Kalong mengalami pencemaran berat dengan nilai indeks diversitas berkisar antara 0,46 – 0,48 yang menunjukan komunitas tidak stabil dan terdapat jenis yang mendominasi. Jenis fitoplankton yang mendominasi adalah Chlorella sp. dan Microcystis sp.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

APHA. (2005). Standard Methods for The Examination for Water and Wastewater. (21st ed.). New York: American Public Health Association Inc.

Awalina, Sulawesty, F., Chrismadha, T., Setiadi, T., Satya, I.A., Mardiati, Y. & Widoretno, M.R. (2014, November). Phytoplankton Community Abundance Changes in Urban Lake Under Hypereutrophic Conditions: A Study Case in Situ Rawa Kalong-Depok, West Java. In Proceedings of the International Conference on Ecohydrology (ICE) (pp. 34-43). UNESCO, LIPI.

Bellinger, E.G. & Sigee, D.C. (2010). Freshwater Algae: Identification and Use as Bioindicators. (1st ed.). Chichester: John Wiley & Sons, Ltd.

Boyd, C.E. (1990). Water Quality in Ponds for Aquaculture. Alabama: Alabama Aquacultural Experiment Station, Auburn University.

Fukuyo, Y. (2000). Red Tide Microalga. Diakses 1 Agustus 2020, dari fukuyo@mail.ecc.u-tokyo.ac.jp.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. (2003). Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.KEP-115/MENLH/2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air.

Krebs, C.J. (1989). Ecological Methodology. New York: Harver and Row Inc. Publisher.

Mizuno, T. (1990). Illustrations of the Freshwater Plankton of Japan. Osaka: Hoikusha Publishing.

Mustofa, A. (2015). Kandungan Nitrat dan Posfat Sebagai Faktor Tingkat Kesuburan Pantai. Jurnal DISPROTEK, 6, 13-19.

Nagelhout, R. (2015). PLANKTON: Glow in the Dark Animals. (1st ed). New York: The Rosen Publishing Group, Inc.

Pemerintah Kota Depok. (2007). Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Kota Depok Tahun 2007. Depok: Pemerintah Kota Depok.

Peraturan Pemerintah RI. (2001). PP RI No. 82. Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Pielou, E.C. (1977). Mathematical Ecology. Toronto: John Wiley & Sons, Ltd.

Pirzan, A.M. & Pong-Masak, P.R. (2008). Hubungan Keragaman Fitoplankton dengan Kualitas Air di Pulau Bauluang, kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. BIODIVERSITAS, 9, 217-221.

Prescott, G.W. (1962). Algae of the Western Great Lakes Area. Dubuque: W.C. Brown Co.

Rao, E.V.S.P., Puttanna, K., Sooryanarayana, K.R., Biswas, A.K. & Arunkumar, J.S. (2017). Assessment of Nitrate Threat to Water Quality in India. The Indian Nitrogen Assessment, 21, 323-333.

Samudra, S.R., Soeprobowati, T.R. & Izzati, M. (2013). Komposisi, Kelimpahan dan Keanekaragaman Fitoplankton Danau Rawa Pening Kabupaten Semarang. BIOMA, 15, 6-13.

Sulawesty, F., Awalina & Chrismadha, T. (2014, September). Struktur Komunitas Fitoplankton Situ Rawa Kalong pada Musim Peralihan. Dalam Prosiding Seminar Nasional Limnologi VII-2014 (pp. 475-483). LIPI.

Vuuren, S.J.V., Taylor, J., Ginkel, C.V. & Gerber, A. (2006). Easy Identification of The Most Common Freshwater Algae: A Guide for the Identification of Microscopic Algae in South African Freshwater. Pretoria: Resource Quality Services (RQS).

Wardhana, W. (2003, Mei). Teknik Sampling, Pengawetan dan Analisis Plankton. Disampaikan pada Pelatihan Teknik Sampling dan Identifikasi Fitoplankton. (pp. 12). Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Perikanan.

Wardhana, W. (2006). Metode Prakiraan Dampak dan Pengelolaannya pada Komponen Biota Akuatik. Jakarta: Universitas Indonesia.

Widawati, S. (2005). Daya Pacu Aktivator Fungi Asal Kebun Biologi Wamena terhadap Kematangan Hara Kompos, serta Jumlah Mikroba Pelarut Fosfat dan Penambat Nitrogen. BIODIVERSITAS, 6, 238-241.

Published

2021-06-04

How to Cite

Gannes Citraning Sidomukti, & Wisnu Wardhana. (2021). Penerapan Metode Storet Dan Indeks Diversitas Fitoplankton Dari Shannon-Wiener Sebagai Indikator Kualitas Perairan Situ Rawa Kalong Depok, Jawa Barat. Jurnal Teknologi, 14(1), 28–38. https://doi.org/10.3415/jurtek.v14i1.3543