Manajemen Risiko Dalam Bisnis Forex Dengan Metode House Of Risk
DOI:
https://doi.org/10.34151/jurtek.v14i1.3318Keywords:
forex, house of risk, mitigasi risiko, risikoAbstract
Tingginya minat dan ketertarikan masyarakat dunia terhadap dunia valuta asing atau forex (foreign exchange) meningkat cukup drastis dari tahun ke tahun. Dari data statistik yang diolah oleh BIS (Bank for International Settlement), yang mana menunjukkan data turnover foreign exchange market dari tahun 2001 yang hanya berkisar 1.239 billion menjadi 5.067 billion di tahun 2016. Oleh karena bisnis forex ini memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi, serta tingginya minat masyarakat dunia akan bisnis ini, maka perlu dilakukan penelitian terkait cara pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan dalam bisnis forex tersebut.. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode house of risk dalam identifikasi sumber risiko dan tindakan mitigasinya. House of risk terdiri dari 2 fase. Fase pertama yaitu identifikasi kejadian risiko dan agen risiko. Dari hasil wawancara, diskusi, dan brainstorming yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa dalam bisnis forex terdapat 10 kejadian risiko dan 13 agen risiko yang teridentifikasi. Kemudian dari hasil pareto diagram diperoleh 5 agen risiko terpilih berdasarkan nilai ARP tertinggi dengan perbandingan 80:20 sehingga mitigasi yang dilakukan dapat lebih fokus. Pada house of risk fase 2, dilakukan diskusi dan wawancara dan diperoleh 13 preventive action (PA) sekaligus dengan derajat kesulitan pada masing-masing PA sebagai nilai input dalam tabel house of risk fase 2. Berdasarkan hasil nilai ETD (effectiveness to difficulty) dilakukan pengurutan dari ke 13 PA tersebut, dimana mitigasi memilih broker yang teregulasi oleh regulator resmi dan diakui dunia (PA1) menempati prioritas tindakan pencegahan pertama dengan nilai ETD 4212, diikuti oleh 12 tindakan pencegahan lainnya dengan urutan ETD terbesar sampai terkecil.
Downloads
References
OTC Derivatives Markets In 2016. Bank of International Settlement, Basel.
Halim, Abdul. 2005. Analisis Investasi. Salemba Empat, Jakarta.
Haryadi, Rahmad. 2012. Analisis Penerapan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Dari Online Forex Trading (Perdagangan Valuta Asing Secara Online) Yang Menggunakan Broker Luar Negeri. Universitas Indonesia, Jakarta.
Isdhana,Farrah Dhiba. 2011. Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Mahasiswa Prodi Ppkn Fis Unnes. Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Muchlisin, Ilham Syaiful. 2011. Prediksi Harga Saham Dalam Perspektif Analisis Teknikal (Studi pada Jakarta Islamic Index (JII) Tahun 2007 – 2011). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Pujawan, I. N. dan Geraldin, L. H. 2009. House of risk: a model for proactive supply chain risk management. Business Process Management Journal, Vol. 15.
Santoso H. B. dan Ernawati L. 2017. Manajemen Risiko Pada Pusat Data Perguruan Tinggi Dengan Kerangka Kerja NIST 800-30. JUISI, Vol. 03, No. 02. Universitas Kristen Duta Wacana.
Sitanggang, L.M., dan Yulika Indrawati. 2007. Pscycho On Trading. C.V. Andi Offset, Yogyakarta.
Sugiharto, Toto dan Sumiati. 2002. Studi Kelayakan Proyek Pengembangan Perkebunan Pisang Abaca Dengan Menggunakan Analisis Peranggaran Modal, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Jilid 7, No. 3:145-150.
Ulfah et, al., 016. Analisis Dan Perbaikan Manajemen Risiko Rantai Pasok Gula Rafinasi Dengan Pendekatan House Of Risk. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Jilid 28, No. 1:87-103.
Widoatmodjo, Sawidji. 2007. Forex Online Trading. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Ridwan Fiqtyandi Alfath, Winda Nur Cahyo
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Teknologi provides immediate open access to its content in order of making research freely available to the public to support a global exchange of knowledge. All articles published in this journal are free for everyone to read and download, under licence CC BY SA.
Benefits of open access for the author, include:
- Free access for all users worldwide.
- Authors retain copyright to their work.
- Increased visibility and readership.
- No spatial constraints.