ANALISIS KANDUNGAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DARI BIJI KARET TERHADAP pH, C ORGANIK DAN N TOTAL

  • Edwin Permana Program Studi Kimia Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
  • Indra Lasmana Tarigan Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
  • Ahmad Sazali Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
  • Diah Riski Gusti Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
  • Paziati Andini Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
  • Adhitya Eko Bagus Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
  • Adrisma Juanda Putra Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi
Keywords: Added Value, Biji Karet, Fermentasi, MOL, Pupuk

Abstract

Pupuk yang banyak digunakan saat ini oleh masyarakat dan petani yaitu pupuk kimia. Pupuk kimia biasanya dapat merusak tanah dan mengganggu keseimbangan hara. Pada penelitian ini mencari alternatif pengganti pupuk kimia yang ramah lingkungan dan tidak merusak unsur hara. MOL (mikroorganisme lokal) merupakan pengganti pupuk kimia dari bahan organik.  MOL terbuat dari bahan baku biji karet dimana biji karet tersebut merupakan salah satu limbah yang banyak ditemukan di Provinsi Jambi. Pada MOL biji karet diproses secara fermentasi selama 14 hari menggunakan ragi. Variable penelitian yang digunakan yaitu dengan memvariasikan jumlah ragi, air cucian beras dan air kelapa. Ragi yang digunakan yaitu 0,3 gram 0,4 gram dan 0,5 gram, sedangkan air cucian beras 300 ml. 400 ml dan 500 ml, dan air kelapa 500 ml. Hasil yang didapatkan yaitu dengan range pH yaitu 3,66–3,94, kandungan C Organik yaitu 2,48%-2,88% dan kandungan N total yaitu 0,169%-0,447 %.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, D. N., Sugiyanto, B., Herlinawati. 2017. Application of Local Microorganism Goat Manure on Baluran Variety Soybean (Glycine max L. Merrill) Yields. Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences. 1(1), 35-43.
Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, 2014. Perkembangan Pembanngan Provinsi Jambi
Badan Pusat Statistik Jakarta Pusat, 2016. Statistik Indonesia Tahun 2016. Jakarta Pusat: Badan Pusat Statistik
Direktorat Jendral Perkebunan. 2015. Statistik Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia Tahun 2014 - 2016. Direktorat Jendral Perkebunan, Departemen Pertanian. Jakarta.
Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. 2015. Luas Areal, Produksi dan Produktivitas Tanaman Kelapa Sawit Provinsi Jambi Tahun 2004 sampai Tahun 2014.
Dinas Perkebunan Propinsi Jambi. 2015. Luas Areal, Produksi dan Produktivitas Tanaman Karet Provinsi Jambi Tahun 2004 sampai Tahun 2014.
Horwitz, W. 2000. Official Methods of Analysis of AOAC International.17th edition, Volume I, Agricultural Chemicals, Contaminants, Drugs. AOAC International, Maryland USA.
Kasmawan, I.G.A. et. al. 2018. Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Teknologi Komposting Sederhana. Vol. 17 No 2.
Khaswarina, S., 2001. Keragaman Bibit Kelapa Sawit Terhadap Pemberian Berbagai Kombinasi Pupuk di Pembibitan Utama. Jurnal Natur Indonesia. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Larasati Dena Mardhika, Sudradjat.2015 Respons Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Belum Menghasilkan Umur Dua Tahun terhadap Pemupukan Kalsium. Bul. Agrohorti 3(1): 110-118.
Lubis, A.U. 2000. Kelapa Sawit Di Indonesia. Pusat Penelitian Perkebunan Marihat Pematang Siantar. Medan
Pahan, Iyung. 2008. Kelapa sawit. Jakarta: Penebar Swadaya, cetakan VI.
Palupi Nurul Puspita. 2015. Ragam Laruan Mikroorganisme Lokal Sebagai Dekomposter Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). 40(2):123-128
Purwasasmita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal Sebagai Pemicu Siklus Kehidupan Dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia, 19 – 20 Oktober 2010.
Raras, N., Hadid, A., Latarang, B. 2018. Pengaruh Mikroorganisme Lokal Buah-Buahan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada. E-J-Agrotekbis. 6(1), 127-135.
Republik Indonesia. 2011. Peraturan Menteri Pertanian nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011. Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenahan Tanah. Kementrian Pertanian
Supraptiningsih, Sarengat, N. 2014. Pemanfaatan Limbah Padat Industri Karet Remah (Crumb Rubber) Untuk Pembuatan Kompos. Makalah Kulit, Karet dan Plastik. 30(1), 35-42
Published
2020-06-30
How to Cite
Permana, E., Tarigan, I., Sazali, A., Gusti, D., Andini, P., Bagus, A., & Putra, A. (2020). ANALISIS KANDUNGAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DARI BIJI KARET TERHADAP pH, C ORGANIK DAN N TOTAL. Jurnal Teknologi, 13(1), 69-74. https://doi.org/https://doi.org/10.3415/jurtek.v13i1.2989