ANALISA PENGARUH VARIASI ARUS DAN BENTUK KAMPUH PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP DISTORSI SUDUT DAN KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN BUTT-JOIN BAJA AISI 4140

  • Saiful Huda Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Joko Waluyo Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Teguh Fintoro Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
Keywords: Pengelasan SMAW Bentuk kampuh, Elektroda E 6013, Distorsi

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh variasi erus ( 100, 110 dan 120 A) dan bentuk kampuh ( V, U, dan X.) terhadap kekuatan tarik, struktur mikro, dan distorsi pada pengelasan SMAW baja karbon paduan rendah AISI 4140.

Pengelasan dilakukan dengan metode  SMAW  dan menggunakan elektroda E6013 yang  memiliki diamter 3,2 mm serta benda  uji memiliki ketebalan  8 mm. Selanjutnya dilakukan pengujian yang meliputi  uji  tarik  menggunakan  spesimen  yang  dibuat  menurut  standar  JIS  Z  2201 (1968),  uji kekerasan, uji struktur mikru serta uji distorsi untuk masing-masing bentuk kampuh ( V, U, dan X) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh Nilai kekuatan tarik yang tertinqgi pada pengelasan baja AISI 4140 ini adalah hasil pengelasan pada kampuh U sebesar 35,9 kg/mm  pada variasi Arus 120 A, 35,2 kg/mm2 pada variasi arus 110 A dan  32,8 kg/mm2  pada variasi arus 100 A. Sedangkan nilai kekuatan tarik terendah adalah pada jenis kampuh X pada yaitu sebesar 30,8 kg/mm2   pada variasi arus 100 A, 30,9 kg/mm2  dan 31, 7 kg/mm2  pada variasi arus 110 A. Nilai Distorsi sudut terbesar terjadi pada jenis kampuh V yaitu 5,3 ° pada variasi arus 120 A, 4, 6° pada variasi erus 110 A dan 3, 8° pada variasi arus 120 A. Sedangkan Nilai distorsi terkecil terjadi pada kampuh X yaitu 1,6 ° pada variasi arus 100 A, 1,83 pada variasi 120 Adan  2,5 ° pada variasi arus 110 A. Besar heat input pengelasan berpengaruh pada besar distorsi sudut yang terjadi dimana besar distorsi sudut terbesar terjadi pada variasi arus 120 A dengan heat input sebesar 7,92 Kjlmm diikuti dengan variasi erus 110 A dengan nilai heat input sebesar  7,26 Kj/mm dan distorsi  sudut  terkecil terjadi pada  variasi  arus  100 A dengan  besar  nilai heat input sebesar  ( 6,6 Kj/mm ).

Downloads

Download data is not yet available.

References

ASM Metals Handbook, Vol 06 WELDING, BRAZING, AND SOLDERING
ASM Metals Handbook, Vol 01 Properties and Selection Irons, Steels, and High Performance Alloys
JIS, Hand Book 1984, Ferrous Material and, Tokyo Japanese Standart Acociation Lincoln electric company The Procedure Handbook Of Walding,USA
Wiryosumarto, H., 2000, Taknologi Pangalasan Logam, Ertangga, Jakarta.
Published
2013-12-30
How to Cite
Huda, S., Waluyo, J. and Fintoro, T. (2013) “ANALISA PENGARUH VARIASI ARUS DAN BENTUK KAMPUH PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP DISTORSI SUDUT DAN KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN BUTT-JOIN BAJA AISI 4140”, Jurnal Teknologi, 6(2), pp. 193-200. Available at: https://ejournal.akprind.ac.id/index.php/jurtek/article/view/1008 (Accessed: 19January2020).