PEMBUATAN KOAGULAN ALAMI DARI BIJI PEPAYA DAN KULIT PISANG (Variabel konsentrasi NaCl dan Massa Biji Papaya)

Authors

  • Arie Anwar Dwi Putra Jurusan Teknik Kimia, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
  • Sri Rahayu Gusmarwani Jurusan Teknik Kimia, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Keywords:

koagulan, flokulan, biji pepaya, kulit pisang

Abstract

Umumnya masyarakat menggunakan bahan kimia untuk mengolah limbah cair, namun tanpa disadari efek samping dari penggunaan bahan kimia seperti alumunium sulfat dalam jumlah dan kurun waktu tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia seperti penyakit alzeimer, parkinson dan penyakit syaraf lainnya, serta dapat merusak lingkungan sekitar. Pengolahan limbah cair menggunakan bahan organik sebagai flokulan dan koagulan untuk menggantikan folukan dan koagulan dari bahan kimia akan lebih aman bagi manusia karena lebih ramah lingkungan juga mudah terdegradasi secara alamiah serta lebih ekonomis.

Ekstrak protein dari limbah biji pepaya dapat dapat digunakan sebagai koagulan dalam proses pengolahan limbah cair, sedangkan getah serbuk kulit pisang kering dapat digunakan sebagai flokulan dalam proses pengolahan limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk membuat koagulan yang berasal dari biji pepaya dan flokulan yang berasal dari getah kulit pisang dengan variabel konsentrasi NaCl sebagai bahan pelarut dan massa biji pepaya untuk  mendapatkan hasil ekstraksi protein yang maksimal.

Hasil penelitian ini menunjukan kadar air kulit pisang 4,47 serta hasil maksimal protein sebesar 10,43% diperoleh dengan mengekstratsi biji pepaya seberat 2,5 gram dengan konsentrasi pelarut NaCl 0,1 M.

Umumnya masyarakat menggunakan bahan kimia untuk mengolah limbah cair, namun tanpa disadari efek samping dari penggunaan bahan kimia seperti alumunium sulfat dalam jumlah dan kurun waktu tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia seperti penyakit alzeimer, parkinson dan penyakit syaraf lainnya, serta dapat merusak lingkungan sekitar. Pengolahan limbah cair menggunakan bahan organik sebagai flokulan dan koagulan untuk menggantikan folukan dan koagulan dari bahan kimia akan lebih aman bagi manusia karena lebih ramah lingkungan juga mudah terdegradasi secara alamiah serta lebih ekonomis.

Ekstrak protein dari limbah biji pepaya dapat dapat digunakan sebagai koagulan dalam proses pengolahan limbah cair, sedangkan getah serbuk kulit pisang kering dapat digunakan sebagai flokulan dalam proses pengolahan limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk membuat koagulan yang berasal dari biji pepaya dan flokulan yang berasal dari getah kulit pisang dengan variabel konsentrasi NaCl sebagai bahan pelarut dan massa biji pepaya untuk  mendapatkan hasil ekstraksi protein yang maksimal.

Hasil penelitian ini menunjukan kadar air kulit pisang 4,47 serta hasil maksimal protein sebesar 10,43% diperoleh dengan mengekstratsi biji pepaya seberat 2,5 gram dengan konsentrasi pelarut NaCl 0,1 M.

Published

2021-12-30