PEMANFAATAN BUAH MANGROVE (Bruguiera Gymnorrhiza) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN IKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN (Variabel Perbandingan Bahan Pokok dengan Bahan Pendukung dan Variabel Penambahan Tepung Tulang Sapi)

Authors

  • Muhammad Rofiqul Huda Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri IST AKPRIND Yogyakarta
  • Sri Rahayu Gusmarwani Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri IST AKPRIND Yogyakarta

Keywords:

bruguiera gymnorrhiza, pelet ikan, tepung buah mangrove

Abstract

Sampai saat ini, pemanfaatan buah mangrove untuk dijadikan sebagai sumber pakan alternative bagi ikan jarang dilakukan, padahal kandungan nutrisinya sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, apakah buah mangrove dari jenis bruguiera gymnorrhiza bisa di manfaatkan menjadi salah satu bahan dalam pembuatan pakan ikan, dan apakah dengan campuran tepung buah mangrove, mampu meningkatkan pertumbuhan ikan yang relative cepat dibandingkan dengan pakan pabrik yang sudah ada. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan April – Juli 2018 di Laboratorium.

 

Buah mangrove yang digunakan jenis buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza). Rancangan penelitian ini menggunakan 10 Perlakuan dengan dua variabel. Variabel pertama yang terdiri dari tepung buah mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) %, dedak %, dan tepung tapioka % dengan campuran berturut-turut 20:20:60 (P1) 20:40:40 (P2) 20:60:20 (P3) 40:20:40 (P4) 60:20:20 (P5). Sedangkan variabel kedua terdiri dari buah mangrove (Bruquiera gymnorrhiza) %, tepung tulang sapi %, dedak %, dan tepung tapioka % dengan campuran berturut-turut 10:30:35:25 (P6) 10:35:35:20 (P7) 10:40:35:15 (P8) 10:45:35:10 (P9) 10:50:35:5 (P10).

 

Analisis hasil meliputi uji protein, uji lemak, uji kadar air, uji kadar abu, uji daya apung, uji laju pertumbuhan spesifik (spesific growth rate) pada ikan dan uji tingkat kelangsungan hidup ikan (survival rates). Hasil uji protein terbaik terdapat pada P10 sebesar 21,3418%. Hasil uji lemak terbaik terdapat P10 sebesar 10,6848 %. Hasil uji kadar air terbaik terdapat pada P6,P7,P8 dan P9 sebesar 4%. Hasil uji kadar abu terbaik terdapat pada P5 sebesar 6,74%. Hasil uji daya apung terdapat pada P1 sebesar 5 jam. Untuk Hasil uji laju pertumbuhan spesifik pada ikan terbaik terdapat pada P10 sebesar 2,016% dan hasil uji tingkat kelangsungan hidup ikan didapatkan hasil yang baik semua. Dan dilihat dari aspek kandungan nutrisi, kesukaan ikan, laju pertumbuhan spesifik an feed convertion ratio dapat disimpulkan bahwa pakan ikan buatan terbaik terdapat pada P10.

Published

2020-09-01