PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI PATI KULIT SINGKONG MENGGUNAKAN PLASTICIZER SORBITOL DENGAN ASAM SITRAT SEBAGAI CROSSLINKING AGENT (Variasi Penambahan Karagenan dan Penambahan Asam Sitrat)

Authors

  • Andi Alfian Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta
  • Dewi Wahyuningtyas Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta
  • Paramita Dwi Sukmawati

Keywords:

kulit singkong, edible film, karagenan, asam sitrat, sorbitol

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah argoindustri yang jarang dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Berdasarkan kandungan yang dimiliki, kulit singkong memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap seperti karbohidrat, protein, serat, kalsium, magnesium, fosfor, kadar air, dan 44 – 59 % pati. Kadar pati pada kulit singkong yang cukup tinggi ini menjadi peluang untuk pati kulit singkong dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan edible film. Edible film adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang dapat dikonsumsi yang dapat berfungsi sebagai pelapis dan pengemas produk makanan. Edible film bersifat biodegradable dan dapat diperbaharui, sehingga bersifat ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif untuk menggantikan plastik sintetik yang sulit terdegradasi oleh alam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi operasi pembuatan edible film dari pati kulit singkong dengan variasi penambahan karagenan, dan asam sitrat sebagai crosslinking agent. Metode penelitian ini terdiri dari tiga proses, yaitu pembuatan pati dari kulit singkong, pembuatan edible film dengan variasi penambahan karagenan yaitu: 0,5 gram; 1 gram; 1,5 gram; 2 gram, dan pembuatan edible film dengan variasi penambahan asam sitrat 1 % yaitu: 5 ml, 10 ml, 15 ml, dan 20 ml. Analisis hasil meliputi uji kadar pati, uji kadar air pada pati, uji kuat tarik, uji ketahanan air (swelling), uji pengemasan, dan uji biodegradasi. Hasil uji kadar pati diperoleh rendemen sebesar 5,97 %. Hasil uji kadar air pada pati yaitu 11,13 %. Hasil uji dengan variasi penambahan karagenan diperoleh edible film dengan nilai kuat tarik terbesar yaitu 2,3069 MPa, nilai persen kemuluran terbesar yaitu 29,84 %, dan nilai ketahanan air terbaik yaitu 72,72 %. Hasil uji dengan variasi penambahan asam sitrat 1 % diperoleh edible film dengan nilai kuat tarik terbesar yaitu 2,3069 MPa, nilai persen kemuluran terbesar yaitu 31,88 %, dan nilai ketahanan air terbaik yaitu 80,56 %. Pengujian pengemasan edible film pada buah tomat dapat bertahan hingga 8 hari dari kerusakan akibat mikroba. Pengujian biodegradasi menggunakan larutan EM-4 edible film dapat terurai setelah 35-40 hari, sehingga masih bersifat ramah lingkungan.

Downloads

Published

2020-09-08